Pembangunan proyek jalan tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) akan mendongkrak perkembangan bisnis properti di sekitarnya. Salah satu pengembang yang menaruh harapan terhadap proyek infrastruktur tersebut adalah PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), pengembang Rancamaya Golf Estate.

Menurut Eftianto, Kadiv Business Development SMDM, pengoperasian tol Bocimi akan menjadikan Rancamaya terhubung langsung ke jalan tol sehingga potensi waktu tempuh ke Jakarta menjadi lebih pendek. “Rancamaya Golf Estate cuma berjarak sekitar 100 meter dari pintu masuk Tol Bocimi yang langsung tersambung ke akses Jagorawi,” kata Eftianto dalam keterangan resmi yang diterima KONTAN, Kamis (22/2).

Dari rencana empat tahap pembangunan Tol Bocimi, seksi I yang menghubungkan Ciawi-Cigombong-Bogor akan selesai Maret 2018 dan direncanakan akan beroperasi pada Juli 2018.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat Wiwiek Sisto Widayat usai rapat identifikasi potensi daerah sebagai dampak dari pembangunan jalan tol Bocimi sebelumnya memperkirakan, tol tersebut akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat hingga 0,76% pada 2019.

Untuk menangkap peluang bisnis dari kehadiran tol Bocimi, Rancamaya yang dikenal sebagai kawasan pemukiman mewah mulai membidik pasar menengah. Tahun ini, SMDM akan melakukan pengembangan hunian distrik baru seluas 28 ha yang merupakan landbank terakhir milik perusahaan di Rancamaya I.

Distrik baru bertajuk Kingsville tersebut adalah bagian dari Rancamaya yang lokasinya paling dekat dengan akses ke pintu tol Bocimi dan Bogor Inner Ringroad (BIRR). Di sana rencananya akan dibangun enam kluster perusamahan dan saat ini sedang dilakukan pengembangan untuk kluster pertama yang diberi nama Salvador sebanyak 193 unit.

Eftianto mengatakan permintaan hunian untuk kelas middle up di Rancamaya cukup tinggi dalam berapa bulan belakangan ini, terutama untuk cara pembayaran KPR dan cash Bertahap. Rancamaya sedang melakukan program promo menarik dengan menawarkan subsidi bunga KPR dan DP 0% yang diharapkan bisa meningkatkan daya beli dari kalangan kelas menengah atas.